Tips dan Cara Mudah Menggapai Keutamaan Shalat Subuh


Jika kita melihat keadaan umat Muslim sekarang ini, banyak dari mereka yang melalaikan berbagai hal penting, salah satunya adalah shalat Subuh berjamaah. Banyak yang menyepelekan shalat Subuh ini, padahal kita semua tahu bahwa shalat Subuh dan empat shalat lainnya merupakan salah satu dari 5 rukun Islam. Bahkan, shalat Subuh mempunyai keutamaan-keutamaan tersendiri yang sangat dibutuhkan oleh seorang Muslim, di antaranya:

Pertama: Shalat Subuh merupakan standarisasi keimanan seseorang. Jadi, kualitas iman seseorang dapat diketahui dari shalat Subuhnya juga. Sebagaimana dalam riwayat disebutkan, dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu dia berkata, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallambersabda,

ليس صلاة أثقل على المنافقين من صلاة الفجر والعشاء ولو يعلمون ما فيهما لأتوهما ولو حبوا

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain shalat Subuh dan Isya’, dan sekiranya mereka mengetahui (keutamaan) apa yang di dalam kedua shalat tersebut, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.”

Kedua: Shalat Subuh mempunyai karakteristik yang berbeda dengan shalat-shalat lainnya, yaitu ketika seseorang bangun tidur kemudian bergegas menunaikan shalat Subuh di masjid, sesungguhnya dia telah mencapai kemenangan besar atas dirinya, karena dia telah mengutamakan perintah Allah Ta'aladari pada hawa nafsunya yang mengajak untuk meninggalkan shalat dan kembali tidur. Selain itu dia juga sudah mengalahkan syaithan dan menghindari godaannya. Hal ini bisa menjadi batu loncatan setiap Muslim, di hari-hari kedepannya dia akan lebih mudah lagi mengalahkan hawa nafsu dan godaan syaithan yang akan menjerumuskannya kedalam maksiat kepada Allah Ta'ala.

Ketiga: Penjagaan seorang Muslim terhadap shalat Subuh mereka semakin mendekatkan pada kejayaan Islam, karena konsistensi umat terhadap shalat Subuh berjama’ah merupakan salah satu penyebab kemenangan Islam. Salah satu buktinya adalah ketika salah seorang petinggi zionis Israel pada waktu yang lalu berkata,

“Akan ada suatu masa di mana orang-orang Muslim memerangi dan menghancurkan orang-orang Yahudi” Lalu dia ditanya, “Kapan perang itu terjadi?” Dia menjawab, “Ketika jumlah orang Islam yang melaksanakan shalat Subuh berjama’ah di masjid sama dengan jumlah mereka ketika shalat Jumat”

Coba renungkan, bahkan mereka yang non-Islam saja mengetahui dampak yang sangat besar dari shalat Subuh yang berpengaruh pada diri umat Muslim, jika saja umat Muslim benar-benar menjaga shalat Subuh mereka sebagaimana shalat-shalat yang lainnya.

Keutamaan shalat Subuh di atas hanya sedikit dari banyaknya keutamaan lainnya yang tidak mungkin disebutkan saat ini, karena pada kesempatan ini kita akan membahas sisi lain dari fenomena shalat Subuh.

Fenomena yang kerap terjadi adalah, banyak saudara-saudara kita umat Muslim yang mengeluh bahwa sebenarnya mereka berkeinginan untuk menegakkan shalat Subuh berjamaah tetapi tidak mampu. Oleh karenanya di sini akan saya sebutkan beberapa hal yang kiranya bisa membantu umat Islam agar mampu menegakkan shalat Subuh berjamaah. Beberapa hal ini saya simpulkan dari Al-Qur’an, As-Sunnah dan juga perkataan-perkataan salafus shalih.

Secara umum, hal-hal yang dapat membantu seorang muslim agar mampu menegakkan shalat Subuh di antaranya:

1. Takut kepada Allah Ta'ala.

2. Menjahui segala bentuk kemaksiatan.

3. Perbanyak Istighfar.

4. Perbanyak berbuat kebaikan (amal shalih).

5. Niat yang baik dan benar.

6. Tidur dalam keadaan suci.

7. Shalat malam walau hanya dua rokaat sebelum tidur.

8. Berdzikir sebelum tidur.

9. Memanfaatkan segala sesuatu yang bisa membantu menegakkan shalat subuh (ex: jam waker.ptj)

Penjelasan rinci dari poin-poin di atas adalah sebagai berikut:

1. Takut kepada Allah Ta'ala.

Setiap pribadi Muslim hendaknya menanamkan rasa takut kepada Allah Ta'ala di hatinya, sehingga jika seseorang akan meninggalkan atau meremehkan perintah Allah Ta'ala sedikit saja, akan timbul rasa takut kepada Allah Ta'ala. Perasaan seperti ini bisa menjadi sebuah dorongan yang kuat untuk beramal serta menjadikan seseorang memiliki niat yang baik dan benar sehingga akan membuatnya gigih dalam menjaga mengerjakan amal-amal shalihnya terutama shalat Subuh berjama’ah.

Sebagai acuan, mari kita lihat contoh dari para sahabat Radhiallahu 'anhum bagaimana tingginya rasa takut mereka kepada Allah Ta'ala. Abu Bakar Radhiallahu 'anhu pernah berkata, “Alangkah baiknya jika aku sehelai rambut di badan orang Mukmin.” Dalam sebuah riwayat juga pernah disebutkan bahwa beliau memegang lisannya seraya berkata, “Inilah (lisan) yang membawaku pada kebinasaan.”

Begitu juga dengan sahabat Umar Radhiallahu 'anhu ketika membaca Al-Qur’an surat At-Thuur, ketika beliau sampai pada ayat إن عذاب ربك لواقع , tiba-tiba beliau menangis sejadi-jadinya sampai jatuh sakit, sehingga nampaklah guratan garis hitam di bawah kedua matanya bekas air mata beliau karena seringnya menangis.

Lihatlah sahabat Utsman bin Affan Radhiallahu 'anhu, jika beliau berada di sisi kuburan maka beliau akan menangis sampai jenggotnya basah terkena air mata seraya berkata, “Jikalau saja aku berada di antara surga dan neraka dan aku tidak tahu akan diperintahkan memasuki yang mana, aku akan memilih menjadi abu sebelum aku tahu akan dimasukkan ke surga atau neraka."

Sahabat Ali bin Abi Thalib Radhiallahu 'anhu juga sering menangis karena takutnya kepada Allah Ta'ala. Hal yang paling beliau takutkan ada dua, yaitu: Panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Beliau berkata,

Adapun panjang angan-angan akan melupakan kita dari akhirat, sedangkan mengikuti hawa nafsu akan menghalangi kita dari kebenaran. Dunia itu akan pergi menjauh, sedangkan akhirat akan mendekat. Dunia dan akhirat tersebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab). Sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.”

Sedangkan Abdullah Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhuma, “Tempat mengalirnya air matanya seperti tali sandal yang usang karena banyaknya air mata yang mengalir.” Abu Darda’ pun pernah mengatakan, “Aku berharap lebih baik menjadi sebatang pohon yang ditebang, dan aku berharap tidak diciptakan.”

2. Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Apa hubungannya shalat Subuh dengan kemaksiatan?? Mungkin pertanyaan ini akan muncul dalam benak kita, tapi kenyataannya memang kemaksiatan mempunyai dampak buruk yang akan mencemari hati seseorang dan tubuhnya baik di dunia maupun di akhirat. Sebenarnya sangat mungkin seseorang akan sulit menegakkan shalat subuh disebabkan karena sering bermaksiat. Orang yang melakukan kemaksiatan otomatis dia meninggalkan ketaatan, maka kemaksiatan yang dilakukan seseorang akan menghalanginya dari menjalankan satu ketaatan dan ketaatan yang lainnya. Sehingga dosa yang dia perbuat akan memutus jalan ketaatan satu, jalan ketaatan dua, tiga dan seterusnya sampai dosa-dosa itu akan memutuskan begitu banyak jalan ketaatan, yang mana setiap jalan ketaatan lebih baik dari pada dunia dan seisinya.

Logikanya seperti ini, seseorang makan suatu makanan yang dapat menyebabkan dia sakit dalam waktu yang lama, sehingga menghalanginya dari makan bermacam-macam makanan lainnya yang lebih baik dari makanan pertama tadi. Begitu juga maksiat, seseorang yang melakukan kemaksiatan akan melemahkan qalbu dari memikirkan Allah Ta'ala dan akhirat, lama kelamaan akan semakin menghalanginya dari ketaatan, bahkan bisa memutuskan jalan ketaatan kepada Allah Ta'ala, sehingga tidak ada satu langkah pun untuk beranjak melakukan ketaatan disebabkan kemaksiatan.

Maka, dosa bisa menghentikan langkah dan menghalangi seseorang dari jembatan menuju ketaatan. Sedangkan qalbu berjalan menuju Allah Ta'ala itu dengan kekuatan, maka jika qalbu itu sakit karena dosa, qalbu akan melemah dan mengurangi kekuatannya untuk berjalan menuju Allah Ta'ala. Jika penyakit dosa ini masih ada pada qalbu dan bahkan semakin parah, maka kemungkinan putusnya jalan menuju Allah semakin besar.

3. Perbanyak Istighfar.

Karena seseorang yang sudah menjaga dirinya untuk melakukan ketaatan, tidak menutup kemungkinan dia akan terjerumus dalam kemaksiatan, kecil atau besar, sedikit atau banyak. Oleh karenanya bagi setiap Muslim sudah sepantasnya untuk selalu beristighfar memohon ampun kepda Allah Ta'ala supaya Allah tidak menghukumnya atas apa yang dia kerjakan baik di dunia maupun akhirat.

Pada hakekatnya, setiap manusia membutuhkan yang namanya istighfar, yaitu memohon kepada Allah Ta'ala agar mengampuni segala dosa yang dia perbuat sepanjang hari, bahkan walaupun dia tidak melakukan dosa sama sekali seharusnya dia tetap beistighfar. Hal ini sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam bahwasannya beliau beristighfar sebanyak 70 kali atau lebih dari 100 kali setiap harinya, padahal beliau adalah orang yang sudah mendapat pengampunan oleh Allah U atas dosa yang telah lalu dan yang akan datang.

Hal ini menunjukkan bahwa istighfar mempunyai keutamaan yang sangat besar, di antaranya sebagaimana yang difirmankan Allah Ta'ala dalam kitab-Nya,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً

“Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu”(QS. Nuh: 10-12)

Keutamaan lainnya seperti dalam hadits dari Anas bin Malik Radhiallahu 'anhu, bahwasannya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

ألا أدلكم على دائكم ودوائكم, ألا إن داءكم الذنوب ودواءكم الاستغفار

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian penyakit kalian dan obatnya? Sesungguhnya penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.”

Dan dari Abdullah bin Bisr ra dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallambersabda,

طوبى لمن وجد في صحيفته استغفار كثير

“Beruntunglah bagi siapa yang buku catatannya diisi dengan banyak beristighfar.”

Diriwayatkan juga dari Luqman bahwasannya dia berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, biasakan lisanmu untuk mengucapkan : ‘Allohummaghfirli’ (Ya Alloh, ampunilah aku) Karena sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai waktu-waktu yang mustajab tidak tertolak bagi yang memintanya.”

4. Perbanyak berbuat kebaikan (amal shalih).

Banyak beramal shalih akan membantu seseorang bangun melaksanakan shalat Subuh, hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah di mana beliau berkata, “Sesunggunya ketaatan itu akan menumbuhkan hal yang semisalnya, dan dari ketaatan tadi akan menghasilkan ketaatan lainnya pula, sampai akhirnya seorang hamba sangat sulit untuk berpisah dari ketaatan itu. Sebagaimana orang yang melakukan satu kemaksiatan pasti akan menumbuhkan kemaksiatan lainnya dan dari kemaksiatan tadi akan menghasilkan kemaksiatan lainnya pula.”

Sebagian salaf pernah berkata, “Sesungguhnya akibat dari satu perbuatan buruk adalah perbuatan buruk setelahnya. Dan ganjaran dari perbuatan baik adalah perbuatan baik setelahnya.” Apabila seseorang berbuat satu kebaikan, maka kebaikan yang lainnya seolah-olah memanggilnya untuk mengerjakannya, dan jika dia mengerjakannya, maka kebaikan yang lain pun juga akan memanggilnya untuk mengerjakannya dan seterusnya sampai kebaikannya bertambah terus dan pahalanya pun berlipat-lipat. Begitu juga dengan kemaksiatan, maka ketaatan atau kemaksiatan bisa menjadi kebiasaan dan sifat yang tetap pada diri seseorang.

Oleh karenanya, orang yang baik jika dia tidak melakukan ketaatan, jiwanya akan terasa sempit, bumi yang begitu luasnya juga terasa sesak sebagaimana seekor ikan paus yang terpisah dari air. Maka, orang baik akan senantiasa melakukan ketaatan untuk ketentraman jiwa dan hatinya. Oleh karena itu, kami mengajak kepada seluruh umat Muslim untuk senantiasa menjaga shalat Subuh dan memperbanyak amal shalih, semoga dengan amal shalih ini akan mempermudah dalam menegakkan shalat Subuh.

Shalat Subuh merupakan salah satu dari lima waktu sholat yang wajib dikerjakan oleh setiap Muslim, mengingat keutamaan yang ada di dalamnya, maka sudah seharusnya seorang Muslim benar-benar menjaga dirinya agar selalu konsisten melaksanakan sholat Subuh berjama'ah.

Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengeani cara-cara yang dapat memudahkan kita dalam mendirikan shalat Subuh, maka pada artikel ini kita akan melanjutakan pembahasan tersebut. Di antara kelanjutan cara-cara yang dapat memudahkan seorang mendirikan shalat Subuh adalah:

5. Niat yang baik dan benar.

Seorang Muslim harus mempunyai niat yang kuat sebelum tidur bahwa dia akan bangun menegakkan shalat Subuh. Niat merupakan pondasi segala amal, sebagaimana hadits dari Umar bin Khatab Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah saw bersabda,

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَ إِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya.”

Niat bukan hanya dimunculkan ketika hendak mengerjakan ketaatan saja, tapi sebelumnya pun juga harus selalu ada niat berbuat baik. Seorang Muslim harus mempunyai niat yang benar bahwa dia ingin menegakkan shalat Subuh, oleh karenanya hendaklah dia bertanya pada dirinya, apakah dia benar-benar ingin bangun mendirikan shalat Subuh atau tidak??

6. Tidur dalam keadaan suci.

Tidur dalam keadaan suci bukan hanya akan membantu seseorang mendirikan shalat Subuh saja, tetapi juga membantu untuk bangun mendirikan shalat Tahajjud. Sudah banyak hadits yang menjelaskan pentingnya tidur dalam keadaan suci dan berniat untuk bangun shalat malam. Di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuma dia berkata, bahwasannya Rasulullah saw bersabda,

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِيْ شِعَارِهِ مَلَكٌ فَلَمْ يَسْتَيْقَظَ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلاَنٌ فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci” (HR. Ibnu Hibban)

Kata شِعار syi’ar berarti apa yang meliputi tubuh manusia dari pakaian dan yang lainnya. Hadits di atas menjelaskan bahwa barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam syi’ar-nya, dengan itu maka tentunya orang yang tidur dalam keadaan suci akan lebih mudah bangun untuk shalat malam atau shalat Subuh.

7. Shalat malam walau hanya dua rokaat sebelum tidur.

Allah swt berfirman,

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَّحْمُوداً

‘Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji’

Sahl bin Sa’d juga berkata, “Jibril mendatangi Rasulullah r kemudian berkata, ‘Wahai Muhammmad, hiduplah sesukamu, tapi sesungguhnya engkau pasti akan mati. Berbuatlah sesukamu, sesungguhnya engkau pasti dibalas menurut perbuatanmu itu. Cintailah siapa saja yang engkau kehendaki, tetapi sesungguhnya engkau pasti berpisah dengannya. Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin itu karena shalat malamnya, dan kehormatan adalah tidak butuhnya (zuhud) kepada sesama manusia’

Oleh karenanya, saya mengajak kepada umat Islam seluruhnya supaya tidak melailaikan qiyamullail (shalat malam), walaupun memulainya hanya dengan shalat sebelum tidur saja, atau hanya dua rakaat sebelum witir saja, atau lebih banyak dari itu dengan niat qiyamullail kemudian dilanjutkan dengan shalat witir. Dengan itu dia akan mendapatkan pahala dari qiyamullail yang dia kerjakan. Akan tetapi, seorang mukmin seyogyanya mempunyai perkembangan dalam qiyamullailnya, baik dengan menambah rokaatnya atau mengakhirkannya sampai sepertiga akhir malam sebagaimana Nabi r menjaga benar perihal sholat malam ini.

Sekarang kita tahu betapa agungnya ibadah qiyamullail itu sebagaimana yang telah dijelaskan. Qiyamullail juga akan membantu seorang Muslim dalam mendirikan shalat Subuh, baik qiyamullail itu dilakukan sebelum tidur atau di sepertiga malam.

8. Berdzikir sebelum tidur.

Seorang Muslim yang bersuci sebelum tidur, kemudian mendirikan shalat malam, dan diiringi denga dzikir sebelum tidur tentunya akan sangat terbantu untuk melakukan ketaatan lainnya seperti melaksanakan shalat Subuh berjamah. Di antara yang menunjukkan fadhilah dzikir sebelum tidur adalah hadits yang diriwayatkan dari Jabir t, bahwa Rasulullah r bersabda,

“Jika salah seorang mendatangi tempat tidurnya (hendak tidur), maka malaikat dan syetan mulai berkata. Malaikat berkata, ‘Tutuplah dengan kebaikat!’ syetan berkata, ‘tutuplah dengan keburukan!’ maka jika orang tersebut berdzikir kemudian tidur, malaikat akan menjaganya semalaman.”

Hadits di atas menjelaskan kepada kita bahwa malaikat akan senantiasa menjaga orang yang berdzikir sebelum tidur, karena dengan dzikir seseorang akan lebih mudah untuk bangun melaksanakan shalat Subuh dari pada orang yang tidak berdzikir. Oleh karena itu kami mengajak kepada seluruh umat Muslim agar senantiasa berdzikir kepada Allah khususnya sebelum tidur, karena dengan dzikir akan memudahkan kita bangun melaksanakan shalat Subuh. Sangat banyak dzikir-dzikir yang telah diajarkan Nabi kepada kita, bagi yang ingin mengetahuinya bisa dilihat di buku-buku hadits Nabi atau buku do’a-doa.

9. Memanfaatkan segala sesuatu yang bisa membantu menegakkan shalat subuh.

Di antaranya bisa menggunakan jam wakker atau alarm supaya bisa bangun untuk shalat Subuh. Atau dengan meminta tolong rekan dan kerabat untuk membangunkan untuk shalat Subuh, bisa secara langsung atau melalui telfon dan sebagainya. Wallahul musta’an…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar